MASIGNALPHA102
2204480044298715660

Review Animasi Bilal: A New Breed Of Hero, Inspirasi Pejuang Islam Kebebasan Manusia

Review Animasi Bilal: A New Breed Of Hero, Inspirasi Pejuang Islam Kebebasan Manusia
Sunday, March 10, 2019
Saat mengetahui adanya film ini penulis agak memandang ragu untuk menyaksikannya. Kenapa, bukan hanya karena film ini mengangkat tema sejarah Islam, yang dikhawatirkan kurang sesuai. Juga ragu akan kualitas animasinya. Setelah menyaksikannya penulis merasa bahwa kualitas animasinya ternyata sangat baik. tapi juga ada perasaan ada yang kurang dari sisi ceritanya. Nanti kita akan mencoba membahasnya.
Karakter Bilal saat pertama kali mengumandangkan adzan

Film Bilal: A New Breed Of Hero merupakan produksi Barajoun Entertainment UEA, tentunya rumah produksi ini asing ditelinga kita yang biasa dengan produksi Hollywood. Dengan Budget $30 juta Animasi ini menghasilkan kualitas sinema yang bagus dan halus, gambaran kota Mekkah dimasa lalu terlihat sangat baik, membawa kita ke masa itu. Untuk disain karakternya sangat relatif, Bilal sendiri digambarkan begitu baik dengan model rambut yang modern, mungkin agar bisa lebih diterima pemirsa.

Bagaimana dengan kisah Bilal bin Rabah?

Bilal bin Rabah yang kita kenal merupakan Muazin Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, yang memiliki suara yang sangat merdu, difilm ini juga digambarkan Bilal memiliki suara yang sangat Indah ketika menyanyi dihadapan Umayyah waktu masih menjadi budaknya. 
Karakter Bilal Kecil
Awal film dimulai ketika bilal kecil yang sedang bermain bersama bersama saudarinya tiba-tiba diserang secara brutal bersama Ibunya. Lalu kisah berlajut ketika sadar Bilal sudah dijual kepada Umayyah untuk menjadi pelayannya.
karakter Bilal saat bertempur di medan perang melawan Kelompok Umayyah
Bilal tumbuh menjadi pria yang gagah dan kuat, dari remaja hingga dewasa Bilal tidak mau bersedekah kepada Berhala. Saat itu Ka'bah menjadi tempat pemujaan berhala. Suatu ketika Bilal bertemu dengan Abu Bakar, suatu kejadian yang membuat Abubakar kagum dan juga bersimpati kepada Bilal. Bilal pun merasa kagum dan hormat kepada Abu Bakar seorang pedagang terhormat yang memperlakukannya dirinya seorang budak dengan baik, sederajat dengan manusia lainnya.
Karakter Abu Bakar saat membebaskan Bilal
Beberapa pertemuan dengan Abubakar, membuat Bilal belajar bahwa semua manusia itu sama, sesuai yang diajarkan Rosululloh.

Keinginannya untuk bebas akhirnya membuat Umayyah marah, hingga membuat Bilal dikurung dan disiksa. Suatu ketika Abu Bakar melihat Bilal yang disiksa oleh Umayyah, melihat keteguhan bilal yang enggan menyembah berhala, membuat Abu Bakar tergerak untuk melakukan penawaran kepada Umayyah. Lalu Umayyah menaikkan harga berlipat ganda.
Karakter Umayyah saat mennyiksa dan menjual Bilal
Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. Tapi ternyata, Abu Bakar setuju, walaupun harus membayar berkali lipat.Setelah menjadi manusia bebas, Bilal mengikuti Abu bakar untuk menjadi seorang pejuang yang terkemuka. Dipandu Hamza, Bilal berlajar berbagai hal hingga menjadi seseorang pejuang yang memperjuangkan kebebasan manusia dan aqidahnya. Bilal juga ikut bertempur melawan kelompok Umayyah.
Karakter Bilal bersama Hamzah
Menurut penulis film ini sangat baik, kita bisa belajar sejarah Islam secara sederhana, dan juga film ini menginspirasi kita bahwa semua manusia itu sama. Namun ada hal-hal yang kurang menurut penulis, gambaran Islam disini kurang dijabarkan dengan baik. Juga peran Rosululloh disini kurang dihadirkan, jujur penulis sangat menantikannya. Walaupun umat Islam memang dilarang menggambarkan wujud Rosul, tapi bisa digambarkan dengan gimik-gimik tertentu melalui bayangan atau cahaya. Mungkin hal ini untuk mencegah kontroversi, walaupun sebenarnya film ini juga sepertinya mengundang kontroversi.

Namun sepertinya tujuan film ini hanya untuk memperkenalkan pahlawan Islam agar lebih Universal. Sehingga mampu dikonsumsi semua kalangan lintas agama. Jika memang tujuan begitu penulis bisa memahami semua kekurangan film ini. Tetapi jika ditujukan untuk belajar sejarah Islam, film ini masih sangat jauh, lebih baik kita belajar menurut Al-Quran dan Hadist sesuai yang kita pelajari.

Satu hal lagi, penulis sangat menantikan lantunan adzan dari Bilal Bin Rabah. Namun lagi-lagi tidak ada dalam film ini. Mungkin lantunan Adzan Bilal begitu merdu, hingga tak mampu di gambarkan oleh apapun. Sekali lagi untuk mencegah kontroversi.

Karena film ini bentuknya adalah animasi, tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Hal ini mungkin juga salah satu sasaran dari film ini. Namun film ini tidak sepenuhnya ramah anak, anak-anak masih perlu didampingi oleh orang tua, sehingga bisa menjadi pendidikan yang baik.

Sebagai film, film ini sangat menyenangkan dan menghibur. Itulah ulasan dari penulis, ini adalah ulasan yang sulit bagi penulis, karena banyak unsur didalamnya. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian. Mohon kritik dan sarannya untuk memperbaiki tulisan ini. Terima kasih , Semoga bermanfaat.

Bilal tayang perdana pada 9 Desember 2015, di Festival Film Internasional Dubai Tahunan ke-12. Pada tanggal 8 September 2016, film ini dirilis di seluruh wilayah MENA. Film ini rilis secara Internasional pada bulan Februari 2018.
Bilal juga memenangkan "Film Inspirasi Terbaik" pada Animasi di Festival Film Cannes 2016. Film ini selanjutnya juga memenangkan "Film Inovatif Terbaik" di BroadCast Pro Middle East Award pada 2016. Bilal akhirnya dinominasikan untuk Film Fitur Animasi Terbaik di Asia Pacific Screen Awards 2016 (APSA).

Silahkan komen sesuai topik, berbicaralah dengan sopan,... terimaksih sudah berkunjung.

  1. Bagus dan layak untuk ditonton Gan. Terima kasih infonya. Terima kasih

    Monggo singgah di www.abdulmajid.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih pak gan...saya segera meluncur...

      Delete
  2. Bagus gan ini filem Bilal sebenarnya harus di sebarluaskan untuk pengetahuan umat islam

    ReplyDelete
  3. Bagus nih film, mampir ya ke bpkajitips.ga makasih

    ReplyDelete